Monday, August 13, 2007

Gelang sang Suster


Perempuan itu hanya memberitahukan satu petunjuk, huruf N di balik gelang perak yang telah berubah warna, lantaran telah lapuk dimakan zaman. Kisah seraut wajah cantik perempuan tanpa nama, kecuali sepenggal huruf N itu ditemukan sutradara dan penulis skenario Viva Westi ketika melakukan pelacakan tentang mitos hantu Suster Ngesot yang belakangan sangat populer di Tanah Air.

Dalam pencarian Westi tersebut, ia mendapati banyak versi kisah hantu Suster Ngesot ini, misalnya fenomena hantu Suster Ngesot di Semarang, Yogyakarta dan juga Jakarta. Kisah Suster indo yang menghantui sebuah panti jompo membuatnya tertarik dan dari sanalah lahir skenario film Suster N ini.

Friday, July 6, 2007

Galeri Photo : Maya by Ardina Rasti

ARDINA RASTI tampil dengan kostum serba Gothic untuk mendukung karakter Maya yang cihuy dan penuh rahasia.



Tuesday, June 12, 2007

Behind The Scene : Ini Emang Film Cewek :-)

The girl rules, Bo....!
Hehehe, seru yah judulnya, kayanya provokatif banget gitu loh. Padahal niy...., maksutnye kite-kite di tim produksi Suster N, ini karena emang disini tu.., sebagian besar decision makers-nya cewek-cewek looh..:-)).

Tuh lihat di foto kiri ada Mbak Westi, sang sutradara yang lagi asyik ngedengerin critanya Mbak Wulan Guritno barengan sama Bang Bob Seven en Teh Atiqah Hasiholan. BTW itu Mbak Wulan crita apaan siy kok kayaknya seru banget yah?. Eh kembali ke laptop deh, naaah, jadi, Mbak Westi ini kan sutradara sekaligus penulisnya, en dia tuh, ngakunya ya seratus persen cewek, gituuuuh :-)).
Trusss, di foto kanan atas tuh yang lagi ngarahin adegan Abang Bob sama Teh Atiqah itu namanya mbak Re atawa Regina Anindita sang DoP alias Director of Photography. Keren kannnn kita pakai DoP cewek ajaib ini soale Mbak Re ini kualitas kerjanya siiiiip bangeds deh. Ntar kalo gak percaya liat ndiri deh di pilemnya heh heh.. kita skalian promo donkkkk...:-)).
Naaah, masih ada satu Neng Geulis lagi yang muncul dalam halaman Behind The Scene ini, yak, tukul mandi di kali, betoel sekali :-) , di foto atas itu adalah Teh Vida Sylvia, sang Art Director yang nyeni banget. Coba deh lihat detil-detil artistik film Suster N ntar, brani taruan dehhhh kalo bakalan se-geulis senyum Neng Vida. Slain mreka bertiga niy, masiy ada lagi cewek-cewek sineas yang super duper di pilem Suster N. Mau kenalan juga? Siiip deh, ntar pasti kita kenalin smuanya di Behind The Scene pilem Suster N berikutnya. Oki doki?

Monday, May 28, 2007

Behind The Scene


Sutradara Viva Westi sedang mengarahkan aktris senior Ade Irawan dalam pengambilan gambar di sebuah vila tua di puncak bukit. Gedung tua yang semula senyap itu mendadak riuh rendah dengan kedatangan tetamu, baik kru maupun para penduduk sekitar vila yang ingin bertemu dengan idola mereka. Kehangatan sambutan mereka, para penduduk sekitar, membuat kru film Suster N betah melawan dinginnya hawa puncak bukit Subang yang menggigilkan. We love you all, guys.

Sunday, April 29, 2007

"Bungkussss!"


Alhamdulillah, lega sekali rasanya saya menyampaikan kabar ini, bahwa proses pengambilan gambar film Suster N telah selesai dilakukan. Saya sangat bersyukur pengambilan gambar berlangsung lancar. Tak ada rintangan yang tak sanggup kami lalui—dari hambatan cuaca, jarak Subang – Jakarta yang cukup jauh, hingga terganggunya kesehatan kru dan pemain, semuanya berakhir dengan kabar baik—karena pada akhirnya, dengan ijin Tuhan yang Maha Baik, kami bisa menyelesaikannya.

Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada semua pihak yang telah memungkinkan semua ini terjadi. Kepada kru yang hebat dan para pemain yang luar biasa, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi, ”Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih!” . Juga kepada masyarakat PTPN VIII Cupunegara, Subang, yang ramah, Dinas Pariwisata Tk II Subang yang kooperatif, bantuan dari PTPN VIII Bandung, Hotel Puspa Sari Subang dan Hotel Sari Ater Ciater, Kepala Desa Cupunegara, Polsek Cagak yang penuh pengayoman, Keluarga Ibu Anne dan Keluarga Bapak Luga yang penuh kehangatan menerima kehadiran tim Suster N dari Jakarta yang segubrak banyaknya. Terima kasih sebesar-besarnya, tanpa bantuan Anda semua film Suster N hanya menjadi angan semata.

Sampai bertemu lagi,
Westi (and the genk of Virgo Pilem)

Sunday, April 15, 2007

Ultah Kelabu Wulan Guritno



Sedianya akan ada kambing guling dan kehadiran sang kekasih, Adilla Dimitri, dan buah hatinya, Shaloom, sebagai surprise untuk malam ulangtahun Wulan Guritno yang tengah menyepi di kota Subang untuk menyelesaikan pengambilan gambar film SUSTER N. Namun rencana tinggallah rencana karena appendicitis lebih dulu menumbangkan Adilla sehingga harus menjalani operasi usus buntu tepat pada ulang tahun sang kekasih. Wulan yang lahir di London pada 14 April 1980 itu hanya bisa berdoa dengan sendu untuk kesembuhan Adilla, aktor dari film 6.30 itu. Semoga lekas sembuh ya Dilla, dan buat the birthday girl Wulan, wishing you all the best, Sis!

Sunday, April 8, 2007

Ardina Rasti dan Suster N

Kehangatan muncul dari lokasi pengambilan gambar film SUSTER N ketika Ardina Rasti yang cantik dan ceria bergabung dalam produksi film SUSTER N. Putri bungsu artis senior Erna Santoso ini akan berperan sebagai Maya, karakter pendukung utama, yang bandel dan berkepribadian sangat ekspresif.

"Aku tertarik bergabung di film ini karena ada sosok ibu muda di balik penyutradaraannya yang dapat meracuni pikiran, " Rasti terkekeh-kekeh sambil menunjuk Westi, sang sutradara, yang cukup lama dikenalnya kala membesut serial TV Virgin. "Eh, enggak deh," tambah Rasti yang gemar bercanda itu sambil berusaha serius menjelaskan motivasinya menerima ajakan bergabung dalam film SUSTER N, "Aku mau ambil peran Maya Cihuy," ia tersenyum lagi dengan lebarnya karena menambah kata Cihuy untuk karakter Maya yang fatalis itu, "Karena ceritanya keren dan karakterku menantang. Jauh banget dari keseharianku yang pemalu, pendiam dan anggun ini." Rasti kembali tersenyum lebar. Kita tentu paham makna senyum lebarnya karena Rasti memang cantik dan anggun, maklum saja, ia seorang putri Solo yang berkerabat dengan Keraton Mangkunegaran, tapi klaim pemalu dan pendiam itu nampaknya perlu penelitian lebih lanjut deh..., oooops sori Rasti Darling, we simply love you the way you are...:-))

Wednesday, April 4, 2007

Wulan Guritno dan Suster N



Wulan Guritno yang menjadi pemeran utama film SUSTER N menyatakan motivasinya bermain dalam film ini karena karakter yang ditawarkan padanya disini sangat berbeda dengan peran-peran yang pernah ia mainkan sebelumnya. "Dan juga karena pertimbangan tema cerita yang berbeda," jelas wanita cantik bernama lengkap Wulan Lorainne Guritno tersebut.

Mengenai jenis film SUSTER N yang horor ternyata juga mendapat perhatian khusus dari Wulan Guritno. "Genre film horor itu sendiri pun beragam jenisnya," tambah Wulan, "kalau menurut saya SUSTER N ini berjenis horor yang mengarah pada thriller sehingga membuat penonton mampu merasa juga diajak berpikir. Selain itu ada cerita yang kuat sebagai latar belakangnya sehingga segala sesuatu yang terjadi di sini for a reason, jadi bukan dipaksakan atau diada-adakan." Lebih lanjut Wulan mencermati fenomena film ber-genre horor yang sedang digemari insan film Indonesia. "Memang sedang zamannya," kata Wulan." Tapi jangan juga latah bikin yang begitu-begitu saja, sebaiknya juga bikin horor yang 'beda'". Sebagai penutup Wulan menandaskan keyakinannya bahwa film SUSTER N akan memberi kontribusi positif bagi perfilman Tanah Air. Katanya, ”Aku yakin film SUSTER N akan memberi warna yang berbeda dari film horor yang sedang merebak di Indonesia”.

Tuesday, March 27, 2007

Ibu Mila is Back!


Seluruh kru pendukung film Suster N sangat gembira menyambut Ibu Mila Karmila kembali ke lokasi pengambilan gambar. Setelah kecelakaan yang terjadi pada hari Kamis Malam, 22 Maret 2007 di Subang, Ibu Mila Karmila mengalami luka di kepala dan tangan-- sehingga mendapat sepuluh jahitan-- serta tekanan darahnya meninggi lantaran shocked. Setelah sempat dirawat di RSU Subang, Ibu Mila meneruskan istirahat di Jakarta selama beberapa hari dan puji syukur pada Tuhan yang Maha Baik, kini Ibu Mila telah kembali pulih seperti sedia kala. Dalam foto di atas nampak Ibu Mila setelah kembali berperan, mendampingi Ibu Ade Irawan dan Ibu Ratna Riantiarno.

We love you Ibu Mila...

Friday, March 23, 2007

Mohon Doa Restu


Pada Kamis malam, tanggal 22 maret 2007, aktris senior kita, Ibu Mila Karmila, yang berperan sebagai Ibu Friska dalam film Suster N mengalami kecelakaan pada saat break makan malam di lokasi pengambilan gambar film Suster N di Subang.
Kami semua, kru di belakang produksi film Suster N, merasa prihatin dan berharap keadaan Ibu Mila segera sembuh seperti sedia kala.
Mohon doanya ya.

Monday, March 12, 2007

Tips dari Westi (2)

Halo apa kabar?
Hari ini saya ingin mencatatkan lagi tips dari dua sahabat dan rekan kerja saya, Tommy Helmi dan Rievy Indriasari, dalam membesut SUSTER N. Kak Tom, begitu Tommy Helmi biasa disapa, dan Rievy adalah astrada 1 dan 2 dalam film ini. Kehadiran dua pekerja keras yang selalu menyunggingkan senyum itu membuat saya merasa kian percaya diri bisa membesut film SUSTER N dengan baik, Insya Allah...

Kak Tom yang tak terpisahkan dengan laptopnya itu adalah yang mengatur semua jadwal syuting secara sangat efisien. Hal itu bukan pekerjaan mudah mengingat para bintang yang bekerjasama dalam film SUSTER N berjumlah cukup banyak dan kegiatan syuting pun didominasi lokasi di luar kota Jakarta. "Yang ideal, pertimbangan utama membuat jadwal adalah berdasarkan set dan lokasi," ujar Kak Tom, "Setelah itu baru kita pertimbangkan schedule pemainnya". Itulah sebenarnya cara kerja yang terbaik. Meski begitu kami tidak menutup mata adanya banyak film yang dibesut dengan pertimbangan khusus sehingga mengutamakan lowongnya waktu sang pemain film sebagai acuan utama pembuatan jadwal syuting. "Semua memang tergantung kebutuhan," ujar Kak Tom dengan bijak.
Beda lagi dengan Rievy, lulusan Fakultas Film & TV IKJ pada 2003 ini tak peduli dengan nasehat don't mix business with pleasure. Gadis penakut ini justru menggarisbawahi kata "pleasure" itu untuk menentukan "business"yang ia geluti. Dalam film SUSTER N ternyata faktor pleasure itu adalah keasyikan yang ia dapatkan saat bekerja dalam tim produksi SUSTER N yang didominasi kru seniman cewek. "Kerja bareng cewek-cewek ternyata seru, nggak berasa kerja tapi filmnya jadi!," papar Rievy yang sebelumnya sempat menjadi astrada serial Me vs High Heels. "Konsep kerja kita adalah konsep keluarga besar sehingga hubungan kerja menjadi sangat akrab," jelasnya lagi. Maka jangan heran kalau kami tak pernah stress karena jika sudah mulai terasa pusing "keluarga besar" ini siap jalan-jalan bareng, makan bareng, dan tentu saja menggosip bareng...ooops!
salam,
Viva Westi

Bob Seven Pemeran Jo dalam SUSTER N




Salah seorang pemeran utama film SUSTER N adalah bintang muda berbakat Bob Seven. Wajah Bob selama ini mudah dijumpai terpampang dalam print ad maupun papan billboard kartu seluler XL Bebas dan Bir Bintang. Bob yang menjadi pemain pendukung film Kuntilanak dan juga tampil pada sinetron Nyanyian Cinta dan Insyaf ini juga menjadi model videoklip Rio Febrian serta Ratu yang berjudul Teman tapi Mesra . Pemuda kelahiran Makassar 25 Oktober 1977 ini dalam film SUSTER N terpilih melalui proses casting yang ketat untuk berperan sebagai Jonathan.

"Amazing banget buat saya, bisa berhasil ikut dalam tim ini." ujar Bob yang jangkungnya 177 cm ini. "Cerita yang ditawarkan SUSTER N sangat menarik buat saya karena berbeda dari jenis cerita horor yang sudah saya tonton selama ini. Ceritanya tak mudah ditebak dan banyak karakter yang menarik." Bob lalu menutup kalimatnya dengan senyum lebar. Katanya, "Film SUSTER N ini pemainnya banyak, pemain-pemain senior pula! Jadi saya bisa belajar akting lebih banyak lagi kannnn...."




Sunday, March 4, 2007

Tips dari Westi



Film SUSTER N yang kini sedang memasuki tahap pra-produksi, melibatkan kru kecil yang kompak dan sangat saya percaya. Salah satu tandem saya dalam produksi ini yang ingin saya perkenalkan adalah Regina Anindita, sahabat dan DoP saya yang dedikasi dan etos kerjanya tak perlu saya ragukan lagi. Untuk itu pula saya akan mensarikan tips dari Regina sebagai content pertama catatan "Tips dari Westi" ini.

Regina adalah seorang perempuan yang mengaku penakut. "Untuk membayangkan shot aja takut," ungkap Regina, namun ia sudah membesut film horor untuk televisi Janji Bidadari bersama saya tahun lalu. Lalu, bagaimana seorang penakut harus mampu melahirkan karya yang memukau dalam genre horror? Inilah tips dari Regina. "Yang paling penting adalah, semuanya harus bermula dari niat baik. Dengan adanya niat baik, se-horror apapun tempat yang kita pakai bekerja, akan menjadi tempat yang baik pula," kata Regina dengan bijak. Saya sepakat, kita memang harus memulai segalanya dengan niatan yang baik, agar pekerjaan yang kita lakukan bermanfaat.

Selain itu Regina yang tangguh dalam bekerja juga memberikan tips bagi seluruh kru agar selalu menjaga stamina. Meski pun tim kami didominasi kru berusia muda, tidak harus membuat kami "lupa daratan" dalam bekerja. "Pekerjaan membuat film seperti ini sangat menuntut stamina yang fit oleh karena itu kesehatan harus benar-benar dijaga. Antara lain caranya dengan menghindari kerja nonstop 24 jam, dari pagi ke pagi lagi," tambah Regina yang tak ingin staminanya menurun pada usia tua karena jor-joran bekerja di kala muda.

Lalu, apakah Regina sekarang sudah menjadi pemberani? Director of Photography satu itu tersenyum lebar dan menggeleng. "Tetep aja harus ditemani kalau sedang menge-set lampu," ujarnya. Meski begitu ia sedikit tenang setelah menonton The Sixth Sense yang antara lain membuatnya percaya bahwa hantu itu akan melakukan penampakan hanya jika ia mengalami masalah. "Dengan begitu kalau ada hantu menunjukkan diri, kita seharusnya tidak perlu terlalu takut karena kita bisa menolong dia." Aih Regina, bener nih kamu mau menolong hantu- hantu yang melakukan penampakan....? Hi tatuuuut....:-))

salam,
Viva Westi

Monday, February 26, 2007

Film SUSTER N akan diproduksi


SUSTER N, sebuah film horror yang "BEDA"

Adakah sebuah film horror yang tidak menakut-nakuti tapi menakutkan? Pertanyaan tersebut menggelitik sutradara Viva Westi dan kawan-kawannya sehingga mereka pun bersama-sama menggagas kelahiran film SUSTER N yang akan diproduksi oleh PT Virgo Putra Film. Sentuhan Westi, salah satu dari sedikit perempuan sutradara di Indonesia ini, membuat SUSTER N tampil dengan citra horror yang lebih membumi, tidak semata mengumbar ketakutan tanpa alasan.

Dengan latar belakang kisah cinta terlarang dari masa silam yang masih terus menghantui SUSTER N menampilkan paduan bintang-bintang muda berbakat dan aktor senior yang kepiawaian seni perannya sudah tidak diragukan lagi, menyatu dalam suasana romantik sebuah gedung kuno di atas bukit yang penuh rahasia.